Header Ads

Akhirnya,, Ulama Kharismatis Pembela Islam, Habieb Rizieq menjadi Tersangka








Habieb Rizieq akhirnya benar-benar dikriminalisasi. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar resmi menetapkan Habib Rizieq Shihab tersangka kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik atas laporan Sukmawati Soekarnoputri setelah penyidik menyelesaikan gelar perkara.

"Berdasarkan hasil gelar perkara ketiga, kesimpulannya unsur tentang penghinaan lambang negara dan pencemaran nama baik terpenuhi dan penetapan RS dari saksi kita naikkan menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, di Polda Jabar, Kota Bandung, Senin (30/1/2017) sebagaimana diberitakan Tribunnews.com

Gelar perkara ketiga ini berlangsung hari ini selama tujuh jam atau sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, pagi hari tadi, penyidik minta keterangan tambahan kepada satu saksi ahli. Tercatat, menurut Yusri, sebanyak 18 saksi sudah didengarkan keterangannya oleh penyidik berkaitan dengan kasus tersebut.

Yusri menjelaskan pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jabar melakukan analisis dan evaluasi dalam gelar perkara. Tim penyidik, lanjut Yusri, bekerja mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti untuk menguatkan sangkaan terhadap Rizieq. Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal.
[





"Perkara penistaan Pancasila dan pencemaran proklamator ini seluruhnya sudah masuk unsur dan alat bukti yang cukup," tutur Yusri. Kasus yang menjerat Rizieq merupakan buntut dari pelaporan Sukmawati Soekarnoputri. Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme tersebut menganggap Rizieq melakukan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila serta menghina kehormatan martabat Sukarno selaku proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Indonesia.

Bareskrim Mabes Polri semula menerima laporan Sukmawati, lalu melimpahkan perkara tersebut kepada Polda Jabar. Alasannya, tempat kejadian atau area ceramah Rizieq yang dianggap melecehkan Pancasila ini berlokasi di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, atau masuk wilayah hukum Polda Jabar.




10 komentar:

  1. lalu bagaimana dg saskia gotik?kok bisa jd duta pancasila y

    BalasHapus
  2. Subhanawlloh,,,bener bener ulama dan agama Islam sudah di musuhi dan mau di hancurkan oleh,bangsa kita sendiri yang rata rata mengaku umat Islam TPI hatinya buta.tapi GA apa lah awlloh maha segalanya ,,dibalik ini pasti ada kejayaan Islam dan ulama ulama yg bela agamanyah.habib RS jdi tersangka atawpun di tahan bahkan di bunuh pun dia sudah iklas demi bela agama Islam dan bela Al-Quran,dan akan tumbuh beribu ribu bahkan berjuta juta habib RS yang lain nyah,,,AWLLOH HUAKBAR

    BalasHapus
    Balasan
    1. ALLAH yah bukan AWLLOH..maaf cuma mengingatka!!!

      Hapus
  3. Keadilan utk ulama mana ? Keadilan utk artis diberikan

    BalasHapus
  4. Allah lbh tau siap@ yg benar dan yg salah... Allah tdk tidur... Dia tau siapa hambaNya yg benar2 beriman dan siapa yg munafik...

    BalasHapus
  5. Pemerintah dan aparat hukum kita tidak adil. Semoga Alloh melindungi Habib dan para ulama yg memperjuangkan Islam dan NKRI.. dan mengahncurkan musuh musuh Islam di mana pun berada.Allohu Akbar.

    BalasHapus
  6. Semoga menjadi pemicu untuk kebangkitan dan persatuan Islam untuk melawan musuh2 Islam di NKRI ini yg mana dimerdekakan sebagian besar melalui keringat darah para syuhada muslim..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Rabb...semoga ini merupakan awal kebangkitan Islam di negeri ini...

      Hapus
  7. Cie...orang2 munafik merasa menang.!!! Tapi demi Alloh saudaraku seiman islam tidak akan pernah hancur dengan perilaku orang orang munfik...semoga islam makin bersatu makin kokoh diatas al-quran dan assunnah..amiin

    BalasHapus
  8. dari pada selalu sibuk mencari kesalahan orang lain ....
    lebih baik mari qta sama-sama mengkoreksi diri sendiri agar kedepanya bisa menjadi lbh baik....
    LEBIH BAIK MENGINGATKAN DARI PADA HARUS MENYALAHKAH-NYALAHKAN ...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.