Header Ads

Fakta Mencengangkan Para Pemberi Suap OTT KPK: Dari Irman Gusman hingga Patrialis Akbar









Nama Patrialis Akbar tiba-tiba menjadi sorotan setelah tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berbagai spekulasi berkembang. Dan salah satunya soal sosok orang yang diduga akan memberinya uang. Tersebutlah nama Basuki Hariman, pengusaha etnis tertentu.

Fakta ini kemudian mengingatkan publik terhadap para pemberi suap dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Muhammad Sanusi, anggota DPRD DKI Jakarta terkena OTT saat didatangi pengusaha etnis tertentu.

Ketua DPD Irman Gusman malam-malam didatangi pengusaha etnis tertentu di rumahnya, lalu menolak mereka namun memaksa masuk dan memberi bungkusan kecil. Saat keluar rumah langsung ditangkap KPK.

Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mukhtar juga malam hari didatangi pengusaha etnis tertentu dan terkena OTT. Dan pada 2013, OTT Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq juga berawal dari skenario bertemu pengusaha etnis tertentu importir daging sapi.

[





Fakta ini membuat Muhammad Said Didu berkicau di twitternya @saididu. Ia menulis:

Saya sedih orang baik banyak sekali korban penyogokan oleh pengusaha dari etnis tertentu. Memalukan jadi "pesuruh" mereka.

Said Didu langsung dibully dan dianggap rasis. Padahal, kata dia lagi, apa yang dituliskannya hanyalah mengungkap fakta.

Lalu apa kesimpulan dari semua kasus OTT di atas yang korbannya adalah para tokoh beragama Islam? Waktu yang akan menjawabnya. (Fauzan/WJ)







2 komentar:

  1. Artinya negara ini betul2 gawat , orang2 baik di fitnah dan di jebloskan ke penjara.

    BalasHapus
  2. Artinya negara ini betul2 gawat , orang2 baik di fitnah dan di jebloskan ke penjara.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.