Header Ads

Nabi Sholeh dan Kaum Tsamud: Wajah Indonesia Hari Ini






Indonesia hari ini sungguh kian mencemaskan.   Konflik horisontal berlatar belakang agama menguak lebar, hukum tak berkeadilan, ulama dinistakan, hutang luar negeri membengkak dan harga kebutuhan hidup makin tak terkendali. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Saya teringat kisah Kaum Tsamud. Cerita tentang umatnya Nabi Sholeh as ini Allah abadikan dalam Al Quran Surah An Naml: 45-53.

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَاۤ اِلٰى  ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا اَنِ اعْبُدُوْا اللّٰهَ فَاِذَا هُمْ فَرِيْقٰنِ يَخْتَصِمُوْنَ

"Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Salih (yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan."

قَالَ يٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُوْنَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ  الْحَسَنَةِ ۚ  لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

"Dia (Salih) berkata, "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?""

قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَّعَكَ    ؕ  قَالَ طٰٓئِرُكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ بَلْ اَنْـتُمْ قَوْمٌ تُفْتَـنُوْنَ

"Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu." Dia (Salih) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji.""

وَكَانَ فِى الْمَدِيْنَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُّفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ

"Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan."

قَالُوْا تَقَاسَمُوْا بِاللّٰهِ لَـنُبَيِّتَـنَّهٗ وَ اَهْلَهٗ ثُمَّ لَـنَقُوْلَنَّ لِوَلِيِّهٖ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ اَهْلِهٖ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ

"Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar.""

وَمَكَرُوْا مَكْرًا وَّمَكَرْنَا مَكْرًا وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

"Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari."

فَانْظُرْ كَيْفَ  كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ ۙ  اَنَّا دَمَّرْنٰهُمْ وَقَوْمَهُمْ اَجْمَعِيْنَ

"Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya."

فَتِلْكَ بُيُوْتُهُمْ خَاوِيَةً ۢ بِمَا ظَلَمُوْا   ؕ  اِنَّ فِيْ ذٰ لِكَ لَاٰيَةً لِّـقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

"Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui."

وَاَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ

"Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman."






Ada 4 poin penting kisah di atas:

1. Tentang keingkaran Kaum Tsamud terhadap kenabian Sholeh as dan hendak membunuhnya.
2. Tentang 9 orang yang mengorganisir dirinya untuk melakukan pembunuhan kepada Nabi Sholeh as dan keluarga serta kerusakan lainnya di muka bumi.
3. Tentang tipu daya yang dilakukan oleh 9 orang tersebut, memutarbalikkan fakta dan merekayasa informasi.
4. Tentang akan selamatnya orang-orang beriman dan celakanya mereka yang mengingkari Allah dan Nabi-Nya.

Bukankah ini yang setahun terakhir terjadi di negeri kita? Bukankah begitu banyak orang yang mengingkari Islam bahkan menghinanya? Bukankah ada sekelompok orang yang berusaha menghancurkan Islam dan negeri ini? Bahkan para mufasir sepakat bahwa menghancurkan atau merusak Islam salah satunya menista agama. Bukankah bersebaran fakta-fakta yang disembunyikan, merekayasa berita dan mendistorsi informasi?

Singkat kata: Indonesia hari ini seperti Kaum Nabi Sholeh. Dan kita tentu tak berharap negeri ini akan binasa dengan turunnya azab Allah berupa halilintar yang menghancurkan Kaum Tsamud.

Erwyn Kurniawan




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.