Header Ads

Terbongkar...Inilah Dusta terhadap Ali bin Abi Thalib Soal Pemimpin Kafir







Sebuah meme yang berisi kedustaan atas nama Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. dibongkar oleh ustadz Farid Nu'man. Pada gambar berisi tulisan dengan latar belakang warna hijau itu, tertulis Sayyidina Ali pernah mengatakan orang kafir yang adil lebih baik daripada muslim yang zhalim.

Rupanya ini bukan ucapan Ali bin Abi Thalib r.a., seorang sahabat Rasulullah saw. Itu adalah ucapan tokoh Syiah, Ali bin Thawus. Begitu keterangan ustadz Farid Nu'man Hasan dalam channel telegramnya.

Tatkala Raja Hulagu Khan menguasai Baghdad tahun 656 H, dia memerintahkan para ulama Baghdad untuk berfatwa, mana yang lebih utama, pemimpin kafir yang adil atau pemimpin muslim yang zalim? Para ulama saat itu diam tak berfatwa.





Saat mereka tidak berani menjawab, akhirnya *Ali bin Thawus* yang berada dalam majelis itu berani mengeluarkan fatwanya dengan menyatakan bahwa "Pemimpin kafir yang adil lebih utama dari pemimpin muslim yang zalim." Lalu manusia mengikuti menuliskan fatwa itu setelahnya. (Ibnu Thaqthaqiy, Al Fakhr fi Al Adab As Sulthaniyah wad Daulah Al Islamiyah, Hal. 17. Darush Shaadir. Beirut)

Memang pada meme itu tak tertulis ucapan Ali bin Abi Thalib r.a. Namun gelaran Sayyidina di depan nama Ali membuat orang menyangka bahwa itu adalah Ali bin Abi Thalib. Meme ini kemudian disebarkan oleh pendukung pasangan Ahok-Djarot di pilkada Jakarta dan orang-orang berfaham sekuler untuk menipu umat Islam.

Dalam beberapa tempat di Al-Qur'an, ditegaskan larangan memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Salah satunya adalah surat Al-Maidah 51.



1 komentar:

  1. Kebathilan terhadap agama kita sudah sebesar itu lalu masih kita akan pikir-pikir untuk bersikap? Layakkah berharap rahmat-Nya jannah-Nya kelak setelah kita khianati agama-Nya dgn berpangku tangan dari kebathilan hari ini?? Nyata sudah bahwa Rahmat-Nya bukan karunia istimewa kecuali hanya bagi orang mukmin. Semoga Allah himpunkan kita bersama para anbiya wasyuhada wassholihiin. Robbanaa taqobbal dhu'aa

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.