Header Ads

Hina Pancasila, Zaskia Gotik jadi Duta. Akankah Iwan jadi Duta Tentara?








"Tentara aja gw potong di sini, apalagi lu." Saya terkesima mendengar kata-kata itu dari sebuah video yang viral di media sosial. Video tersebut menayangkan seorang berkemeja kotak-kotak merah sedang marah-marah di sebuah TPS. Lantas keluar kata-kata tadi.

Yang paling bikin saya terkesima adalah kata-katanya yang lain. “Allah aja fleksibel, babi itu haram jadi halal.”

Sesumbar orang yang belakangan dikenal dengan panggilan Iwan itu terkesan melecehkan institusi TNI. (Selain syariat Islam tentunya, bahwa Allah menghalalkan babi yang tadinya haram, katanya.) Dan pelecehannya bukan main, ia sesumbar berani memotong-motong tubuh prajurit. Memandang remeh wibawa angkatan bersenjata negeri ini.

Padahal nama besar sebuah negara ditopang dari wibawa tentaranya. Makanya rakyat bangga saat ada satuan tentara yang memenangkan lomba tertentu. Dan kadang masyarakat membincangkan tentara kita ada di urutan ke berapa di antara angkatan-angkatan terbaik dunia.

Lalu bagaimana nasib si Iwan ini?

Masih ingat dengan kasus penghinaan Zaskia Gotik kepada Pancasila? Saya rasa kejadian itu masih tetap hangat di ingatan masyarakat. Termasuk bagaimana akhir dari kasus ini. Zaskia Gotik diangkat oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI menjadi Duta Pancasila.

Alasannya apa? Abdul Kadir Karding, anggota Fraksi PKB menjelaskan seperti berikut, "Ketika Zaskia dengan latar belakang lulusan SD sibuk menghidupi keluarganya dan tidak mengenyam sekolah lalu tidak paham Pancasila, itu hal yang wajar." Jadi menurut anggota DPR ini, perkataan “bebek nungging” atas lambang Burung Garuda adalah wajar. Dan lebih dari wajar, Zaskia Gotik harus dinobatkan sebagai Duta Pancasila.

Lantas adalagi kasus Sonya Depari, pelajar asal Medan yang memaki-maki polisi wanita saat terjadi razia dan mengaku sebagai anak jenderal di Badan Narkotika Nasional (BNN). Masyarakat mengetahui kasus ini dari video yang beredar massif. Netizen lantas gemas dan mengecam tindakan anak itu.

Lalu bagaimana nasib Sonya Depari ini? Mujur, ia diangkat menjadi Duta Narkoba oleh kalangan gereja-gereja reformis di Medan, alih-alih ia diberi hukuman yang mendidik. Ia dilantik menjadi ikon anti narkoba pada Perayaan Pra-500 Tahun Reformasi Gereja-gereja di Medan.





"Kita selaku panitia perayaan pra-500 tahun reformasi gereja-gereja menjadikan Sonya Depari sebagai duta anti narkoba untuk di Medan," kata Ketua Panitia Perayaan, Washington Pane. Acara itu sendiri dihadiri Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwi Hananto dan polwan yang sempat terlibat adu mulut dengan Sonya Depari.

"Dia (Sonya) merupakan jemaat untuk melaksanakan kegiatan kita. Sonya memang layak (jadi duta anti narkoba) karena dia baik dan pintar. Dia juga berprestasi, di sekolahnya dia memang bagus, tentu kita sudah berkoordinasi dengan pihak sekolahnya dan keluarganya. Kita juga ada ikrar (mengenai narkoba) bersama BNN," kata Washington.

Nah, lantas bagaimana dengan Iwan? Setelah artis pelaku pelecehan Pancasila dan pelajar pendamprat polisi berakhir dengan happy ending, mungkinkah kisah Iwan akan berakhir manis? Ada pihak yang mengangkatnya menjadi duta tentara, misalnya?

Bukan tidak mungkin. Kesan yang ditangkap dalam videonya, Iwan adalah seorang ahokers garis keras militan. Saat marah-marah itu ia berbaju kotak-kotak, ikon yang mengingatkan masyarakat pada Presiden Jokowi. Tak salah bila ada yang mengangkatnya menjadi duta tentara. Dan kalau itu terjadi, saya tak bisa bayangkan remuknya rakyat kita yang mencintai TNI.

Zico Alviandri



1 komentar:

  1. Kok jadi inget peristiwa gestapu ya? Apa ada hubungannya dgn beliau yg namanya td disebut diatas?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.