Header Ads

Setelah Patrialis Akbar, KPK Kembali Jadikan Tersangka Tokoh Islam. Ada Apa?







Di tengah gaduhnya berita pelecehan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma'ruf Amin, sebuah kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seperti diberitakan  detik.com   Anggota KPK Basaria Panjaitan membenarkan penetapan tersangka Yudi Widiana Adia dan Musa Zainuddin sebagai tersangka.

Kedua anggota DPR yang masih aktif itu diduga terkait dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penetapan ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Damayanti Wisnu Putranti, Anggota Komisi V DPR dari fraksi PDI Perjuangan.



Dua tersangka tersebut kebetulan berasal dari partai Islam. Yudi dari PKS dan Musa berasal dari PKB. Syak wasangka mengemuka. Lagi-lagi kader partai Islam yang menjadi tersangka. Sebelumnya muncul kehebohan saat Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar yang religius tertangkap tangan oleh KPK.

Mengapa tokoh-tokoh Islam yang belakangan berhubungan dengan KPK? Adakah agenda tersembunyi?

Berbagia tafsir menjadi lumrah. Terlebih ketika saat ini publik sedang ramai oleh hujatan Ahok kepada KH Ma'ruf Amin. Bau busuk operasi pembunuhan karakter kepada partai Islam dan tokoh-tokohnya tercium kuat. Kita tinggal menanti akan ada drama selanjutnya.



3 komentar:

  1. yang jelas MEREKA sedang menantang ALLAH, serta mereka meminta dengan kesadaran dirinya untuk DILAKNAT oleh SANG PENGUASA ALAM SEMESTA

    BalasHapus
  2. Ya dibuktikan salah atau engga ,klo jelas salah ya dihukum klo engga ya lepas, jangan dikit dikit baper bawa bawa agama

    BalasHapus
  3. kenapa malah berprasangka dan tidak bercermin? kalo yakin tidak bersalah, ya tenang saja. Kalo ternyata ada yang kurang, ya benahi bersama. Harus sampai kapan menghabiskan tenaga untuk berprasangka buruk? Kapan umat bisa maju kalo yang diandalkan hanya prasangka buruk? Apakah seorang muslim pasti dan selalu benar ketika menjabat? apapun agamanya, namanya manusia pasti punya salah, dan ada kalanya bisa tergoda dan melakukan kekhilafan. Kalo ada yang salah ya diakui saja dan selanjutnya diperbaiki.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.