Header Ads

Ahok Tak Dipenjara, Makin Banyak Orang Berani Hina Ulama







Makin banyak orang termasuk kalangan artis yang secara berani dan terbuka menghina ulama. Setidaknya ada tiga artis yang tak sungkan menista sosok pewaris nabi yakni Uus, Ernest Prakasa dan Inul Daratista.

Uus pernah membuat ulah melalui akun media sosial miliknya dengan menghina  Habib Rizieq. Menurut Uus, Habib Rizieq bukan ulama. Ia juga menyebut bahwa ternyata ada Ulama yang gadung(an), bukan terminal bus saja yang (Pulo) Gadung.

Ia juga menyerang Habib Rizieq dengan gambar. Uus menanggapi poster bertuliskan ‘Sehelai rambut Habib Rizieq jatuh, bukan berurusan dengan FPI, tapi dengan umat Islam’. Uus kemudian menulis, bahwa sang Habib sepertinya perlu shampoo baru agar rambutnya tak jatuh.

Ernest Prakasa menghina Dr Zakir Naik yang akan berkunjung dan safari dakwah di Indonesia. Ernest mengatakan bahwa Zakir Naik adalah orang yang mendanai ISIS.

Inul mengikuti jejak keduanya. Usai kedatangan Basuki Tjajaha Purnama (Ahok) dalam sebuah acara televisi dan berjoget bersamanya, Inul Daratista tak kuasa menahan jari jemarinya untuk menghina ulama. Si Goyang Ngebor itu menuliskan penistaannya kepada ulama dalam akun instagramnya.





"Aku cuma bayangin yang pake syurban bisa mojok sama wanita sambil main sex skype itu piye critane bisa jadi panutan? Jangan merusak moral kita soal Rasis-Sara-dan agama,” tulis Inul dalam komentar balasannya.

Apa kata umat Islam dengan melihat fenomena ini? Berikut komentar mereka kepada wajada.net.

"Mereka semakin berani karena pemerintah tidak tegas terhadap status Ahok," kata Andhini (26), warga Kampung Melayu, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

"Ini bukti mereka benci Islam dan ulama," ujar Rahmat Syahrizal (40), warga Cipinang Muara, Jakarta Timur.

"Ini karena terdakwa penista agama Si Ahok masih dibiarkan berkeliaran jadi makin berani orang-orang menghina ulama kita," tukas Aty (45), warga Jagakarsa, Ciganjur, Jakarta Selatan. (Kur/Wajada)








3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Sebaiknya kita, terutama ulama, bisa menjaga lisan....yg mendinginkan, membawa ketenangan...yakin ulama akan mendapat harkatnya...

    BalasHapus
  3. Sebaiknya kita, terutama ulama, bisa menjaga lisan....yg mendinginkan, membawa ketenangan...yakin ulama akan mendapat harkatnya...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.