Header Ads

Awali Kampanye Putaran Kedua: Anies-Sandi Ziarah ke Makam Pahlawan, Ahok di Kursi Terdakwa







Apa agenda para peserta pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 di hari pertama kampanye putaran kedua, Selasa (7/3)? Ada yang paradoks kemarin Kedua pasang kandidat disibukkan oleh hal yang bertolak belakang. Yang satu meresapi nilai-nilai kepahlawanan, yang satu sedang berhadapan dengan akibat perbuatannya yang tak mampu menjaga lisan.

Calon gubernur nomor urut 3, Anies Baswedan dikabarkan mengawali hari kampanye pertama Pilkada putaran keduanya dengan berziarah bersama putri proklamator bangsa, Mutia Hatta di komplek TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jaksel, Selasa pagi 7 Maret 2017. Keduanya menabur bunga dan khusyuk berdoa di sisi makam kakek Anies Baswedan yang juga pejuang di masa kemerdekaan, yaitu AR Baswedan.

"Kita teruskan ikhtiar mereka(pahlawan) untuk mewujudkan cita-cita bangsa," pesan Anies. "Salah satu nilai yang harus dipertahankan adalah menjaga intregitas, jika itu dilakukan insya Allah kita dilancarkan menjalankan amanah dari para pahlawan," ujarnya dalam rilis yang diterima wajada.net.




Sedangkan calon gubernur nomor urut 2, Basuki T Purnama alias Ahok sedang sibuk menghadapi persidangan atas tindakannya yang dianggap menista agama Islam.

Hari ini, sidang ke-13 yang dilangsungkan di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan mengagendakan penyampaian keterangan saksi yang meringankan terdakwa. Ketiga orang itu bernama Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo, Analta Amier, dan Eko Cahyono.

Salah satu saksi yaitu Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo mendapat penolakan dari jaksa penutut umum (JPU). Karena saksi yang dihadirkan tersebut di luar Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto langsung menjawab dan mengiyakan keberatan JPU. Budi juga meminta agar panitera mencatat keberatan JPU tersebut meski pada akhirnya saksi tetap diberikan kesempatan memberikan keterangannya karena sudah terlanjur datang.

Ahok telah mengeluarkan perkataan yang dianggap memecah persatuan bangsa di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu, sehingga ia harus dimejahijaukan. Sementara Anies Baswedan meresapi nilai-nilai kepahlawanan dan berjanji menjaga integritas bangsa. Sesuatu yang paradoks dari para calon gubernur Jakarta kemarin. (Alv/Wajada)






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.