Header Ads

Bandingkan Dirinya dengan Rasulullah saw, Begini Reaksi Netizen kepada Djarot







Reaksi negatif bermunculan menangggapi Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang membandingkan pengusiran dirinya saat hadir dalam acara Peringatan ke-51 Supersemar dan Haul Presiden Soeharto di  Masjid At-Tin, TMII, Sabtu (11/3) lalu dengan Rasulullah saw. Di media sosial, para netizen banyak yang mentertawakan dan menganggapnya sangat tidak pantas.

@Usaketi: Djarot makin ngawur samain dia dg Rasul. Beda banget. Ngawur puol.

@ac_ardi: Rasul diusir orang kaum kafir krn mereka benci Islam. Nah Jarot diusir kaum muslimin krn dia pendukung penista agama.

@yusri_albima: kehadirannye terencana dg terlebih dahulu menyiapkan susunan klmt yg akn disampaikan untuk pemberitaan saat ditolak jamaah.

@mbahliem: biasa nyanyi di gereja ya wajib diusir dari masjid.




Seperti diketahui, Djarot menyebut apa yang dialaminya tidak seberapa dibandingkan dengan perlakuan yang diterima Rasulullah saw.

"Apa yang saya terima itu kecil, nggak ada apa-apanya dibandingkan yang dicontohkan oleh Rasul," kata Djaro di daerah Grogol Utara, Jakarta, Minggu (12/3).

Djarot pun menyadari sebagai manusia harus memperbaiki akhlak dirinya terlebih dahulu.
Hal itu merupakan pelajaran yang ia ambil dari Rasul.

"Karena itulah kita ingin meneladani ajaran Rasul untuk memperbaiki, menyempurnakan akhlak kita semua," kata Djarot. (Wyn/Wajada)






3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Mbok ya ditelaah dg pikiran sehat & muthmainah, biar umat juga cerdas...
    Ucapan djarot ga ada kesan sama sekali nyamain dg kanjeng rasul, toh klo iyo pun sbg tauladan, umat sesempurna mgkn berikhtiyar meniru perilaku akhlak kanjeng rasul (tentunya menggunakan ilmu yg benar)... Tebarkan cahaya rahman rahim kpd seluruh umat (manusia) & alam semesta) dg kalimat dan pikiran yg baik (positif), sebab gusti Allah telah mengajarkan semua itu...
    Salam takzim... ������

    BalasHapus
  3. Ealah jebuli nyannyi gereja djarot mulih nang kmpung macul

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.