Header Ads

Astaghfirullah... Banser dan Kelompok Ambon Serang Rumah Ketua FPI Jakarta







Front Pembela Islam (FPI) tak henti-hentinya diprovokasi. Setelah diteror dengan bom mobil pada saat tabligh akbar, Sabtu (15/4/17) malam, kali ini giliran kediaman Ketua FPI Jakarta, Buya Abdul Majid yang berlokasi di Kramat Lontar, Senen, Jakarta. Pada Senin (16/4/17) malam sekitar pukul 23.40 WIB rumah tersebut diserang oleh ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan puluhan massa yang diduga kelompok Ambon.

Dikutip dari okezone,  sejumlah warga yang kebetulan berada di lokasi menuturkan, kericuhan yang terjadi di depan kediaman Ketua FPI DKI Jakarta, Buya Abdul Majid, berawal saat datangnya ratusan massa yang diduga dari Banser dan kelompok Ambon tiba-tiba menyeruduk rumah yang beralamat di Keramat Lontar,Senen, Jakarta Pusat.

"Ini kejadiannya di rumah Buya Majid, ketua FPI DKI yang diserang Ambon dan Banser. sangat tiba-tiba. Sebagian merapat ke sana tapi sebagian di Markas FPI Petamburan," kata Alby Alatas melalui akun twitternya.





Warga lainnya, Abdullah juga menginformasikan hal serupa. Menurut dia, kericuhan terjadi karena massa dari banser dan Ambon tiba-tiba merangsek masuk ke kediaman Ketua FPI DKI Jakarta tersebut. Puluhan FPI yang kebetulan berada di lokasi pun berusaha menghalau kelompok Banser dan Ambon tersebut. 

"Ya, tiba-tiba diserang kelompok yang mengatasnamakan Banser dan ormas lain, yang mirip Ambon," ujarnya.

Selasa pagi, lokasi bentrok sudah dapat dikendalikan oleh aparat berwajib. Kedua belah pihak sudah berhasil dipisahkan, meskipun masih bergerombol di sejumlah titik di dekat lokasi kericuhan. "Sudah dibubarkan aparat, tapi mereka masih bergerombol. Warga takut juga, takut kena imbas aja," ujar Abdullah. 

Di media sosial, netizen mengecam keras tindakan Banser ini. 

"Bubarkan ormas anarkis," komentar seorang netizen di twitter.(Eas/Wajada)






6 komentar:

  1. Tolong jangan lgsg menggunakan nama daerah (Ambon) di sini...jika mmg belum bs dpastikan siapa kelompok itu. Dan...harap diketahui kami orang Ambon Muslim sangat mencintai para ulama dan FPI. Sehingga...siapapun mereka yg bertindak kriminal mohon untuk tidak mencantumkan nama daerah (Ambon) di sini.

    BalasHapus
  2. Tolong jangan lgsg menggunakan nama daerah (Ambon) di sini...jika mmg belum bs dpastikan siapa kelompok itu. Dan...harap diketahui kami orang Ambon Muslim sangat mencintai para ulama dan FPI. Sehingga...siapapun mereka yg bertindak kriminal mohon untuk tidak mencantumkan nama daerah (Ambon) di sini.

    BalasHapus
  3. Kapan mereka menjadi saudara sesama muslim?
    http://www.mwuslimoderat.net/2017/04/kejadian-yang-sebenarnya-banser-melindungi-cucu-pendiri-nu-yang-dikepung-polisi.html?m=1#ixzz4eZd4uVmR

    BalasHapus
  4. INI ADU DOMBA, DAN SITITO KARNAVIAN PENDUKUNG NYA, MARI SAMA2 KITA TANGKAP SENDIRI Tak usa mengandalkan polri, kita cari tau sendiri

    BalasHapus
  5. KITA SATUKAN SUARA PRIBUMI ASLI INDONESIA INI, JANGAN MAU DIPECAH BELAH, JANGAN PANDANG AGAMA, YANG PENTING PRIBUMI ASLI NKRI, REBUT DKI DARI AHOK CINA PKI, DAN LENGSERKAN JOKOWI PKI,

    BalasHapus
  6. JANGAN KUATIR SAUDARA,SELAMA MASIH ADA ORANG ORANG YG BERJUANG UNTUK AGAMA DG IKHLAS ,MAKA ISLAM YG RAHMATAN LIL ALAMIN DI INDONESIA AKAN JAYA.TERBUKTI KEMENANGAM ANIS SANDI INSYAALLAH KEMENANGAN PRESIDEN YG ADIL SELANJUTNYA.SEHINGGA ISLAM INDONESIA MENJADI MAGNET DUNIA MENUJU JAMAN IMAM MAHDI

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.