Header Ads

Tolak Gereja Ilegal Santa Clara, Ulama Bekasi Ditangkap Polisi Tengah Malam






Polisi menangkap Ismail Ibrahim, salah seorang orator aksi penolakan pembangunan gereja ilegal Santa Clara di Harapan Baru, Bekasi Utara. Hal itu diungkapkan Arif, salah seorang tetangga Sekretaris Jenderal Majelis Silaturahmi Umat Islam Bekasi (MSUIB) tersebut. Penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya pada pukul 00.00 WIB, Selasa (11/4/2017).

Menurut Arif, saat tengah malam ada sejumlah pria berpakaian hitam mendatangi kediaman Ismail.Tak lama kemudian Ismail dibawa ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumahnya.

“Udah kayak teroris sama perampok ajah nangkapnya, tengah malam. Padahal setahu saya kan yang dilakukan Ustad Ismail adalah sesuatu yang benar,” kata dia seperti dikutip dari gobekasi.

Gereja Santa Clara dibangun di Jalan Raya Kaliabang, Harapan Baru, Kota Bekasi. Pada tahun 2015, unjuk rasa ini sudah pernah dilakukan. Surat penghentian pembangunan sementara pun sudah dikeluarkan. Namun pada tahun 2017, pembangunan kembali dilakukan.




Aksi penolakan kemudian terjadi dan terus berlanjut. Terakhir pada Jumat (24/3) lalu. Umat Islam Bekasi melakukan unjuk rasa menolak pembangunan Gereja Santa Clara. Belum usai aksi dilakukan, aparat kepolisian berusaha menghalau mereka.

"Kami ditembaki gas air mata dan balok berpaku," ujar salah satu Koordinator Aksi Ahmad Syahidin, Lc kepada wajada.net.

Menurut Ahmad Syahidin, situasi saat ini mencekam. Dalam foto yang dikirimkan ke redaksi wajada.net, tampak peserta aksi tetap bertahan di dekat lokasi yang akan dibangun Gereja Santa Clara.

Aksi ini diikuti oleh Front Pembela Islam (FPI), Forum DKM Masjid se Bekasi, dan Majelis Silaturahim Muslimin Indonesia. Mereka menolak pembangunan gereja yang dianggap tanpa izin dan menyalahi aturan. (Kur/Wajada)







Diberdayakan oleh Blogger.