Header Ads

Usia Berapa Anak Mulai Wajib Puasa? Ini Jawaban Syaikh Yusuf Qaradhawi






Ramadhan, bulan penuh pahala akan segera tiba. Setiap keluarga muslim yang beriman berlomba-lomba meraih keberkahannya dengan cara mengajak semua anggota keluarganya untuk berpuasa. Tak terkecuali anak-anak.Muncul pertanyaan, sejak usia berapa anak wajib berpuasa?

Pada dasarnya, anak-anak yang belum baligh  tidak dibebani dengan kewajiban syariat, termasuk berpuasa Ramadhan. Dalam sebuah hadits, Aisyah RA menegaskan, ada tiga golongan yang tidak terkena kewajiban ibadah. "Diangkat pena dari tiga macam orang, dari anak kecil hingga ia dewasa, orang tidur hingga ia bangun, dan orang gila hingga ia normal. (HR Ahmad, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah).

Selain itu, tidak ada pula nash yang secara eksplisit menyebut umur seorang anak hingga ia dibebani berpuasa. Syekh Yusuf Qaradhawi berpendapat, meski begitu anak-anak harus dibiasakan berpuasa sejak dini, seperti halnya shalat. Dalam shalat, Rasulullah SAW secara tegas menyuruh anak mengerjakannya jika telah berusia tujuh tahun dan boleh dipukul jika meninggalkan shalat saat berumur 10 tahun.





Merujuk pada shalat, membiasakan puasa pada anak juga bisa dimulai pada usia belia. Meski tidak harus pada usia tujuh tahun karena puasa lebih berat dibanding shalat. Syekh Yusuf Qaradhawi menyatakan, dimulainya latihan puasa melihat dari kemampuan sang anak. Bisa dilakukan secara bertahap, misal, hanya beberapa hari dalam sebulan atau dengan metode lain, yakni puasa setengah hari.

Imam Bukhari dalam shahih-nya juga memasukkan bab puasa anak-anak dalam bahasan tersendiri. Umar bin Khattab saat itu memarahi Nasywan yang dalam kondisi mabuk saat Ramadhan. "Celaka engkau, padahal anak-anak kami berpuasa."

Dalam hadis nomor 1960 dari ar-Rubayyi' binti Mua'awwiz, ia berkata, "Nabi saw mengirim sarapan pagi waktu hari Asyura kepada orang-orang Anshar seraya berkata, 'Siapa yang pada pagi hari tidak berpuasa maka hendaklah ia menyempurnakan sisa hari itu dengan berpuasa. Dan siapayang pada pagi hari dia berpausa, maka hendaklah ia meneruskan puasanya!’" ar-Rubayyi berkata, "Kemudian, setelah itu kami berpuasa dan menyuruh anak-anak kami berpuasa dan membuatkan mainan untuk mereka dari bulu. Apabila salah satu dari mereka menangis minta makan, maka kami berikan mainan itu sampai waktu berbuka tiba."

Hadis di atas menunjukkan, anak-anak sudah dibiasakan puasa meski dia belum berusia baligh. Anak-anak juga diajari dan dilatih puasa dengan cara-cara yang menyenangkan, bukan dengan paksaan dan ancaman.







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.