Header Ads

Inilah 17 Poin Penting Seputar Pertemuan Presiden Jokowi dan GNPF-MUI







Pertemuan antara Presiden Jokowi dan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menyedot perhatian publik. Apa dan bagaimana sebenarnya yang terjadi dalam silaturahim itu? Berikut poin-poin penting yang disampaikan Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir dan kawan-kawan, Selasa, 27 Juni 2017 di AQL, Tebet, Jakarta dalam jumpa persnya yang dihadiri Wajada.

1. Pertemuan tersebut bukan pihak GNPF-MUI yang meminta. Ini merupakan kebutuhan kedua belah pihak dan GNPF-MUI yang berusaha menggagasnya.

2. Ini bukan pertemuan yang bersifat mendadak, ada proses panjang sejak aksi 411, 212 dan seterusnya. Karena bagi GNPF-MUI, dialog adalah keniscayaan dalam mencari jalan keluar persoalan.

3. Dalam perbincangan dengan Presiden Jokowi, dibahas persoalan yang bersifat makro. GNPF-MUI menyampaikan perasaan yang saat ini dirasakan umat Islam terkait kondisi bangsa, persoalan hukum tokoh dan aktivis dan lainnya.

4. Pertemuan berlangsung di ruang oval, tempat Presiden Jokowi biasa menerima tamu dan tertutup. Tiba-tiba ada media masuk dan kemudian membuat berita sesuai framing dan angle yang mereka inginkan.

5. Dialog adalah karakter ulama dan Islam. Dialog adalah hal lumrah dalam perjuangan. GNPF-MUI tidak ingin selalu mengedepankan mobilisasi massa dalam menyampaikan pendapatnya.

6. Setiap aktivitas GNPF-MUI termasuk pertemuan dengan Presiden Jokowi selalu dikooordinasikan dan dikomunikasikan dengan Habib Rizieq Shihab.

7. Habib Rizieq memberikan apresiasi atas pertemuan tersebut dengan mengatakan bagus dan sangat bersyukur. Habib Rizieq juga mengucapkan terimakasih atas kerja keras GNPF-MUI.





8. Dialog adalah keinginan lama Habib Rizieq karena merupakan karakternya.

9. Amien Rais juga memberikan apresiasinya dengan mengatakan sangat bagus soal pertemuan tersebut.

10. Presiden Jokowi siap berkomonukasi secara berkelanjutan dengan GNPF-MUI dan menginstruksikan Menkopolhukam Wiranto sebagai penanggungjawabnya.

11. Selama ini Presiden Jokowi mengundang para ulama dan tidak mengetahui jika GNPF-MUI tidak diundang.

12. Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa dia dan kawan-kawan kerap dicoret dari daftar ulama yang diundang oleh Presiden Jokowi. Namun tidak mengetahui siapa dan alasan apa mereka dicoret.

13. Terkait isu pergi ke Cina atas biaya pemerintah, GNPF-MUI menegasksn itu tidak benar.

14. Soal dana Rp 1 Triliun per ormas, GNPF-MUI melihatnya sebagai fitnah keji. Tak ada satu rupiah pun duit yang diterima. Bahkan sampai saat ini, buku tabungan pimpinan GNPF-MUI masih ditahan.

15. Sejauh ini, GNPF-MUI tetap kompak dan solid. Tidak ada perpecahan.

16. GNPF-MUI akan terus mengawal persoalan keumatan termasuk ulama dan aktivis yang masih dipenjara.

17. Terakhir, GNPF-MUI tidak ingin ada perang saudara di Indonesia. Tidak ingin negeri ini tercabik-cabik seperti yang diinginkan pihak tertentu. Karena itu, dialog dengan Presiden Jokowi menjadi salah satu cara menyelesaikan masalah bangsa dan umat. (Wyn/Wajada)






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.