Header Ads

Melalui Kematian Yana Zein, Allah Buktikan "Agama Warisan" Afi Tidak Benar







Begitu cepat Allah swt memberikan bantahan terhadap tulisan Asa Firda Inayah alias Afi tentang "Agama Warisan". Melalui kisah tragis kematian artis Yana Zein, artikel tersebut menjadi kehilangan makna dan hanya pepesan kosong.

Afi menulis begini:

“Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."

Tulisan ini tiba-tiba viral atau sengaja diviralkan. Afi sontak menjadi terkenal, diundang media arus utama yang selama ini menjadi pendukung Ahok. Presiden Jokowi lalu mengundangnya ke Istana Negara tepat di Hari Kelahiran Pancasila. Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin pun rela berfoto bersama Afi sambil tersenyum untuk memberikan dukungan terhadap tulisan tersebut.

Artikel yang kemudian diketahui plagiat itu dikampanyekan sebagai buah pikir yang tepat untuk mendukung kebhinekaan dan NKRI. Dua tema yang mendadak ramai sejak Ahok menista agama dan kemudian dipenjara. Tujuannya jelas: menohok umat Islam dan para ulama yang selama ini terus berjuang menuntut keadilan terhadap Ahok.

Di saat bersamaan seorang artis senior wafat. Namanya Yana Zein. Bukan kematian biasa karena saat akan dimakamkan, terjadi peristiwa menyedihkan karena antara ayah dan ibu almarhum bersitegang soal agama anaknya.





Swetlana, ibu Yana Zein, mengaku memiliki bukti bahwa putri tersayangnya tersebut telah menganut agama Kristen.

"Saya ibunya, saya punya bukti kalau KTP dia Kristen. Waktu sakit keras, Yana bilang 'tolong kalau ada  apa-apa, saya mau dikuburkan secara Kristen'. Agama semua sama, saya kira Yana berhak memilih. Yana juga ada tanda tangan sendiri kalau dia jadi Kristen," ujarnya.

Sang ayah, Nurzaman Zein, tak kalah argumen. Dia meminta Yana harus dikuburkan secara Islam.

"Namanya Suryana Nurzaman Zein. Dia meninggal di bulan Ramadhan. Dia meninggal dengan khusnul khotimah," kata Nurzaman.

Rumah duka akhirnya gaduh. Sang ibu menjerit histeris saat ayah Yana melantunkan ayat suci Al-Quran di sebelah peti jenazah.

Kisah pilu ini membuktikan bahwa agama bukanlah warisan. Keimanan seorang manusia tidak diturunkan otomatis dari ayah dan ibunya. Jika memang warisan, Yana  Zein pasti beragama Islam dan tak perlu ada kericuhan saat akan dimakamkan.

Bagi orang beriman, tulisan Afi dan kematian Yana Zein yang terjadi saat bersamaan harus dilihat dalam kacamata keimanan. Bahwa inilah campur tangan Allah swt untuk memberi bukti tidak ada "agama warisan". Dan jika masih ada di antara kita yang membenarkan tulisan Afi meski Allah swt sudah "membantahnya" melalui kematian Yana Zein, saya tak tahu dengan cara apalagi Dia harus memberi petunjukNya.

Wallahua'lam bishshowab

Erwyn Kurniawan












55 komentar:

  1. Konteks tulisa Afi dan kisah Yana Zein kenapa dia beda keyakinan dengan ayahnya karena Ayahnya meninggalkan Yana juga ibunya yang non muslim sejak masih anak-anak tanpa memberikan nafkah apapun. Jadi maklum saja kalau Yana mengikuti keyakinan ibunya karena ibunya lah yang selalu bersama-sama Yana. Tiba-tiba ayahnya datang saat Yana telah terbujur kaku dan tak bisa berbuat apa-apa sambil memaksa untuk memakamkan Yana sesuai dengan keyakinan Ayahnya adalah bentuk tindakan arogansi semata. Agama warisan buat Yana adalah agama ibunya yang selalu bersamanya, bukan Islam seperti agama ayahnya yang saat kehadirannya yang tiba-tiba, ibunya Yana saja sudah tidak mengenalinya. Alhamdulillah saya seorang muslim, tapi saya kurang sepaham dengan tulisan anda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dg argumen anda...

      Hapus
    2. Berfikirlah... dianugrahkan aqal oleh Allah utk berfikir.... dengan aqal kita punya ilmu .... dengan ilmu kita beriman .... dimana warisan iman kalau kita punya aqal ilmu dan iman

      Hapus
    3. Berfikirlah... dianugrahkan aqal oleh Allah utk berfikir.... dengan aqal kita punya ilmu .... dengan ilmu kita beriman .... dimana warisan iman kalau kita punya aqal ilmu dan iman

      Hapus
    4. Kontek tulisan itu kan agama itu bukan warisan..sesuatu yang tidak harus di perdebatkan...bukan soal yang meninggal lama hidup dengan siapa tau tau bapa nya yang lama ga ada muncul..itu hanya cerita isi kehidupan nya bukan konteks isi dari yang di gambarkan tang punya tulisan..begitu lho mba yang solehah

      Hapus
    5. INTINYA AGAMA ITU PERLU KEIMANAN..DAN KEIMANAN ITU TIDAK OTOMATIS MELEKAT SEPERTI HAL NYA WARISAN SEMUA DI KEMBALIKAN KE MANUSIA NYA...mungkin itu pengertian dari tulisan itu...mba yang solehah 😊

      Hapus
    6. Apa apa kok dihubung hubungkan kita msh manusia msh hidup didunia tdk tau apa kehendak Allah yg tau ya Allah saja jd manusia jamgam sok tau dan sok benar sendiri

      Hapus
    7. Saya juga sependapat dengan anda bu Amalia.

      Hapus
    8. Saya sepemikiran dengan ibu... Dan apa yg dikatakan oleh pembiat artikel ini saja belum tentu kebenarannya.. Dan kalau pun benar artikel yg di buat si penulis, mungkin bisa di perlihatkan video asli saat perdebatan orang tua Yana Zein

      Hapus
    9. Agama bisa warisan bisa tdk klo jd warisan biasanya dpt petunjuk setelahnya krn seblmnya biasanya islam ktp orang menyebutnya yg bkn warisan dia dpt petunjuk tentu sebelumnya non muslim gitu aja ga usah dihubung2kan kasus ahok sgala biasa aja ga perlu slalu negatif terhadap tulisan orang lain yg nulis aja baru lulus sma

      Hapus
    10. Pada bingung ya,intinya tulisan itu, agama itu bukan warisan lokh, kl agama adalah warisan berarti dia harus beragama setengah agama bapaknya dan setengah agama ibunya secara bersamaan. Hemmm,,,Mungkin enggak ya kl ada org beragama setengah2 dijalani secara bersamaan, hehe ( kasih tau kl ada ), kl ada berarti memang benar kl agama itu warisan (dr bapak/ibunya/kakek/nenek ). Gitu aja repot. Agama itu keyakinan pilihan, kita bebas memilih agama sesuau keyakinan kita. Kl agama itu warisan,pasti bingung deh yg punya orang tua beda agama. Ihdinassirootol mustaqiim

      Hapus
  2. Simple saja menurut saya. Mungkin agama dibilang warisan karena jelas seorang anak ketika terlahir ke dunia akan ikut agama orang tua yg mengasuhnya. Namun tetap saja agama bukan warisan. Agama adalah tentang iman. Setelah si anak dewasa, apa yg dia yakini oleh akal dan hatinya kemudian akan menentukan agamanya selanjutnya. Bisa saja tetap. Bisa saja berubah. Nah kan. Jika pun dibilang warisan, itu tidak mutlak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harta warisan juga bisa dijual, bisa dibeliin lagi hasil penjualannya ke barang jenis lain jika memang si anak tidak menghendaki harta warisannya dalam bentuk yang diwariskan oleh orang tuanya.
      Tetep disebut WARISAN to

      Hapus
  3. Agama koq warisan??? Dosa koq warisan? Punya akal itu di pakek yang bener, biar ga dibilang bodoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abu Hurairah berkata, “Wahai penghuni pasar, alangkah lemahnya kalian.”

      Mereka bertanya penasaran, “Apa maksudmu, wahai Abu Hurairah?”

      “Itu warisan Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam sedang dibagikan sementara kalian masih di sini. Mengapa kalian tidak pergi ke sana untuk mengambil jatah kalian darinya?”

      “Di mana?” Abu Hurairah menjawab: “Di masjid.” Maka mereka keluar dengan cepat. Abu Hurairah berdiri menjaga barang mereka sampai mereka kembali. Setelah para penghuni kembali dari masjid, Abu Hurairah bertanya, “Ada apa dengan kalian?”

      Mereka menjawab, “Wahai Abu Hurairah, kami telah datang ke masjid, kami masuk ke dalamnya tapi tidak ada yang dibagi.”

      Abu Hurairah bertanya, “Apa kalian tidak melihat seseorang di masjid?” Mereka menjawab, “Kami melihat orang-orang yang shalat, membaca Al-Qur’an, dan orang yang mempelajari halal-haram.”

      Hapus
  4. Kenapa dibilang warisan karna awalnya saat kita masih kecil.. agama kita.. suku kita.. bahasa kita.. pasti mengikut ke orang tua kita atau orang" yg merawat kita.. kalo pun setelah dewasa ada yg pindah agama atau apa.. pasti agama .. suku.. atau bahasa yg disebut warisan itu pasti akan selalu teringat

    BalasHapus
  5. yang menganggap agama sebagai warisan adalah manusia yg jauh dari petunjuk (hidayah)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup ane setuju, warisan yang dimaksud dalam ajaran Islam dan untuk umat manusia yaitu hidayah, hidayah telah turun dari Allah melalui malaikat dan diterima oleh nabi dan Rasul, dan itu wajib dibaca, ditafsirkan, difahami dan wajib dijadikan pedoman hidup. Bagi mereka yang belum baca, belum menafsirkan, belum, belum faham maka carilah dan ketahuilah. Maka mereka beruntunglah mendapatkan hidayah dari Allah SWT.

      Hapus
    2. Benar itu, agama bukan warisan, kl agama warisan, semua agama kita satu agama yaitu agamanya Adam, makhluk pertama didunia

      Hapus
  6. Ada apa dgn aqidah dan pikiran org muslim yg blg agama itu warisan ya ??? Apa kalian ud hiduo terbiasa mengikuti suatu kaum yg jauh dr ajaran islam kita sdri ?? Yaaa ampunnnn .... generasi apa nanti jika kalian punya pikiran begitu ? ....hhhhh akhir zaman n tanda2 kiamat sdh dekat nh ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abu Hurairah berkata, “Wahai penghuni pasar, alangkah lemahnya kalian.”

      Mereka bertanya penasaran, “Apa maksudmu, wahai Abu Hurairah?”

      “Itu warisan Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam sedang dibagikan sementara kalian masih di sini. Mengapa kalian tidak pergi ke sana untuk mengambil jatah kalian darinya?”

      “Di mana?” Abu Hurairah menjawab: “Di masjid.” Maka mereka keluar dengan cepat. Abu Hurairah berdiri menjaga barang mereka sampai mereka kembali. Setelah para penghuni kembali dari masjid, Abu Hurairah bertanya, “Ada apa dengan kalian?”

      Mereka menjawab, “Wahai Abu Hurairah, kami telah datang ke masjid, kami masuk ke dalamnya tapi tidak ada yang dibagi.”

      Abu Hurairah bertanya, “Apa kalian tidak melihat seseorang di masjid?” Mereka menjawab, “Kami melihat orang-orang yang shalat, membaca Al-Qur’an, dan orang yang mempelajari halal-haram.”

      Hapus
    2. Abu Hurairah berkata, “Wahai penghuni pasar, alangkah lemahnya kalian.”

      Mereka bertanya penasaran, “Apa maksudmu, wahai Abu Hurairah?”

      “Itu warisan Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam sedang dibagikan sementara kalian masih di sini. Mengapa kalian tidak pergi ke sana untuk mengambil jatah kalian darinya?”

      “Di mana?” Abu Hurairah menjawab: “Di masjid.” Maka mereka keluar dengan cepat. Abu Hurairah berdiri menjaga barang mereka sampai mereka kembali. Setelah para penghuni kembali dari masjid, Abu Hurairah bertanya, “Ada apa dengan kalian?”

      Mereka menjawab, “Wahai Abu Hurairah, kami telah datang ke masjid, kami masuk ke dalamnya tapi tidak ada yang dibagi.”

      Abu Hurairah bertanya, “Apa kalian tidak melihat seseorang di masjid?” Mereka menjawab, “Kami melihat orang-orang yang shalat, membaca Al-Qur’an, dan orang yang mempelajari halal-haram.”

      Hapus
    3. Pendek banget pikiran nya memakai satu hadis untuk membenarkan warisan, telaah deh mas, itu orang orang dberi tahu kenapa tidak berebut mengambil warisan Dr nabi Muhammad, yaitu Alquran, ajaran agama Islam dll,yang harus di ambil dlu, dpelajari dan dipegang teguh, sedangkan yg dimaksud agama warisan, ente kaga ush kemesjid , belajar solat, baca Alquran juga udh jd Islam Dr orangtua, beda makna bos yg di bilang knpa kalian lemah dan tidak mengambil dengan warisan Dr belom berakal, jangan paksa pikiran sempit dan penalaran ente jadi pembenaran, mentang mentang ada kalimat warisan nya doang, jadi jawaban andalan , dasar buzzer

      Hapus
  7. Tulisan adek Afi itu biasa saja, tidak ada yang luar biasa disana. Menurut saya dia menulis sesuai yang dia tahu, artinya yang belum dia tahu masih banyak lagi yang harus dia belajar ngaji dengan benar bila perlu istiqomah.

    Namun saya sayangkan di beberapa tulisannya yang sesat dan menyesatkan, yang isi tulisannya jangan andaikan isi kitab sebagai kebenaran hakiki, ini jelas salah dan menyesatkan...

    Belajar agama, jangan bikin kesimpulan sendiri-sendiri. Agama ada dalilnya. Yang tidak bisa manusia menggantikan dengan cara lain, siapa yang berani menggantikan huruf ١ (Alif) pindah ke urutan 2 ganti posisi huruf ب (Ba)? Rasulullah SAW, para Sahabat Ajma'in, Para Tabi'in, Para Tab'ut Tabi'in,Para Wali, para Ulama Rasyid (Ulama yg haq) pun tidak berani merubahnya.

    Yang bisa merubah kecuali orang-orang Kafir, munafiq dan para liberalisme, komunisme, para satanis lainnya...

    BalasHapus
  8. Agama itu warisan?warisan nenek moyang lu?! Berfikirlah smart,gimana dengan nabi ibrahim yg org tuanya menyembah berhala?! Tetapi Dia teguh dgn keimanannya mencari Allah yg maha Esa,dan bagaimana dengan anak nabi nuh yg tidak mengakui agama ayahnya sbg agama yg benar??...sudah berapa banyak org islam yg fasik tanpa ilmu mati menjadi cecunguk org2 kafir,toleransi boleh tp jgn menggadaikan akidah islammu!!! Bukankah nabi berkata 'agamamu untukmu,agamaku untukku'...jd simple,agama itu bukan warisan dek,tp keimanan kita,akal kita untuk menerima bajes kebaikanlah yg benar dan hanya islamlah Satu2nya agama yg mengajarkan kebenaran,mau bukti?? Baca sejarah islam dek,pernah gak org2 islam menjajah negara lain dan menghancurkan peradaban?tidak!!malahan negara2 kafirlah yg bnyk menjajah dan menzholimi umat islam,sementara org2 kafir dengan nyaman tinggal dinegara mayoritas islam,imam ahmad juga pernah mengatakan akan datang pd manusia tahun2 penuh tipu daya,para pendusta dipercaya sedangkan org yg jujur dianggap berdusta.penghianat diberi amanah sedangkan org yg amanah dituduh berkhianat dan pd saat itu para ruwaibidhah mulai angkat bicara.kemudian àda yg bicara"siapa itu ruwaibidhah?"...beliau menjawab "org dungu yg berbicara tentang urusan org banyak/ummat"..H.R.AHMAD

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum wr.wb Bapak Safriza Lubis Spd yang terhormat,
    Mohon maaf yang sebesar besarnya, kalau saya sbg seorang Muslim yang masih belajar, orang tua saya selalu mengingatkan kami sbg anak anaknya, jika kita hidup dan berprilaku dalam kehidupan, contohlah Rasulallah Saw, karena Beliu tidak pernah bicara kasar, walau kpd seorang kafirpun/yahudi dll...
    Dalam statement Bapak sangat tidak mencerminkan sama sekali sbg seorang intelektual muslim!
    Mohon maaf sekali lagi, karena kita sbg muslim dlm menyikapi setiap permasalahan wajib utk mendahului utk tabayun.
    Mohin maaf lahir bathin.
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju saya sama mas doddy.. Udah pake Embel Embel "SPD" tapi berperilaku seperti Anak anak..
      Bukan kah seharusnya kita memanusiakan manusia, untuk apa kita perdebatkan semuanya?.. Setiap manusia memiliki pemikiran masing masing.. Dan kita bukan Tuhan yg bisa men cap mesama manusia itu Dosa atau Sesat

      Hapus
  10. Assalamualaikum wr.wb Bapak Safriza Lubis Spd yang terhormat,
    Mohon maaf yang sebesar besarnya, kalau saya sbg seorang Muslim yang masih belajar, orang tua saya selalu mengingatkan kami sbg anak anaknya, jika kita hidup dan berprilaku dalam kehidupan, contohlah Rasulallah Saw, karena Beliu tidak pernah bicara kasar, walau kpd seorang kafirpun/yahudi dll...
    Dalam statement Bapak sangat tidak mencerminkan sama sekali sbg seorang intelektual muslim!
    Mohon maaf sekali lagi, karena kita sbg muslim dlm menyikapi setiap permasalahan wajib utk mendahului utk tabayun.
    Mohin maaf lahir bathin.
    Wassalam

    BalasHapus
  11. Baca donx. Itu kata2nya SAYA. Bukan KALIAN atw KAMI. Baca dan pahami. OK!!

    BalasHapus
  12. apapun yang orang bilang, yang benar akan selalu menjadi benar begitu jg dengan yang salah di mata Allah SWT, setidaknya hal seperti ini membuat saya pribadi merenung apakah saya memiliki cukup iman? apakah saya telah mengamalkan dan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhin segala larangan-Nya.. karena saya sendiri masih ikutan berkomentar disini bukannya berdzhikir atau tadarusan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

    BalasHapus
  13. Agama adalah warisan, hmhhmhm, iya sih agama itu adalah warisan dari pendahulu. Ya islam dari nabi Muhammad, kresten dari Yesus dan agama lainnya. Tapi klw kita memganut agama bukan sbg warisan tetapi dari keyakinan dan keimanan diri sendiri. Banyak kok orang dan anak agama beda. Cukup tau aja

    BalasHapus
  14. mas/mbak yang budiman, saya aja ga tau lho saya ini muslim atau bukan, kafir atau bukan. di KTP sih tertulis bahwa saya muslim, tapi saya ga yakin apakah saya muslim, saya juga ga bisa menganggap kalian semua muslim, atau kalian semua kafir.. muslim atau kafir itu yang menentukan Allah SWT sebab itu haknya Allah, yang bisa saya atau kita lakukan hanya berikhtiar untuk menjadi seorang muslim, masalah muslim atau kafir itu urusan Allah, apalagi ini masalah agama warisan aja diperdebatkan... kita muslim atau kafir aja ngga tau kog... SEMOGA KITA SEMUA BERIKHTIAR UNTUK MENJADI MUSLIM...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata kata mu adalah kualitas dirimu..

      Hapus
    2. Pemikiran Mas Budi ada benarnya, tugas kita adalah Memanusiakan manusia.. Bukannya melabeli manusia lain itu Berdosa atau Tidaknya...
      Selain kita harus Hablum Minallah, kita juga harus Hablum Minnanas
      Buat apa kita ribut ribut, bukannya setiap manusia memiliki pemikira dan keyakinan masing masinh

      Hapus
  15. ane sependapat dengan tulisan SAFRIZA LUBIS SPD di atas

    BalasHapus
  16. TO BUDI SETIAWAN@
    muslim atau islam itu brdiri atas dr rukun islam dan iman.nah ente tinggal mnilai diri sendiri.islam,islam ktp,kafir atau kristen.maaf sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha itu tau caranya, yang nilai diri kita sendiri,kita yang berusaha yang terbaik untuk menjadi muslim, yang menentukan tetep Allah, ngapain kita menilai orang lain... janganlah kita menilai orang lain hanya karena tulisannya, mulailah dari diri kita sendiri dulu... maaf mas @ASEF SYAIFULLOH

      Hapus
  17. Amalia Hakim Dll@ kalaw menurut anda warisan ya ro popo.
    Tapi anda boleh kok memilih, kalaw lah memang warisan yang saat ini anda dapat itu tidak benar, ataw pun warisan yang anda dapat itu bisa mencelakai diri anda sendiri karena tidak bermanfaat. Apakah anda tetap teguh menjaga dan memegang warisan anda itu?
    Kalaw lah anda tetap memegang dan menjaga warisan anda itu, berarti anda tergolong orang yg pintar dan bijak....
    Karena apa pun itu semua kita yang memilih. Wassallam.

    BalasHapus
  18. Imam Qurthubi dalam kitabnya Rahasia Al Qur’an berkata: “ketahuilah bahwa para Nabi termasuk Nabi Muhammad Saw tidaklah mewariskan harta dunia, namun yang diwariskan adalah Kitab suci dan Ilmu. Warisan Nabi Muhammad adalah ilmu dari segala sumber ilmu yaitu Al Quran”.

    BalasHapus
  19. Hati-hati bicara tanpa ilmu..!!! ini memang bagus statusnya tentang toleransi..tapi terdapat beberapa kata yg menyesatkan seluruh umat islam yg masih awam..ini statusnya yg terlihat bagus namun menyesatkan.

    " Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.( benar ) ini Sunatullah

    Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan. (menyesatkan) ini Takdir Mubram

    anda mengingkari :
    1.mengingkari adanya Ikhtiar ( mencari kebenaran agama )
    2.agama dianggap warisan, padahal bukan,agama adalah pilihan
    3.menyamakan antara sunatullah dan takdir Mubram
    4.mengingkari adanya hukum sebab akibat pada Takdir
    5.dia berkeyakinan sama persis terhadap kaum Jabariyah yg menyatakan semua sudah di takdirkan dan manusia tidak bisa memilih apapun.

    hati-hati berbicara tanpa ilmu..!!!. karena setiap kata yg menyesatkan orang lain, kita juga akan menanggung dosa2 orang yg kita sesatkan.

    Dan sesungguhnya mereka akan menanggung beban-beban dosa mereka dan beban-beban (dosa orang-orang yang mereka sesatkan) bersama-sama dengan beban-beban dosa mereka sendiri; dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat kelak tentang apa yang mereka pernah ada-adakan secara dusta itu. [Al-Ankabut 29:13]
    kelak Allah tidak akan bertanya tentang sunatullah..kenapa kamu lahir di Indonesia, kenapa kamu lahir laki-laki/perempuan...kenapa kamu lahir di keluarga non muslim...dll

    tapi Allah akan bertanya tentang Takdir mubram...apa agamamu (yg dipilih), kenapa kamu kafir, kenapa kamu tersesat, siapa tuhanmu (yg dipilih),..kenapa kamu begini dan begitu... dll

    BalasHapus
  20. Shri N'chy Maharani
    ..
    ..
    Adik Afi .... ???
    Ada apa dengan kamu?
    Pake jilbab...tapi menyudutkan keyakinanmu sendiri..
    Dan orang2 yg mendukung adik ini...menjadikan kami cukup tahu,dimana kecondongan dan keberpijakannya..
    Alih2...kalo ada yg tidak sejalan manyun...trus curhat lagi..katanya dibungkam.
    Kalo ingin membawa pesan damai.mulai dari diri adik sendiri.ketika lisan tiba2 nyinyir.ketika adik mengusik dapur orang lain...bukan malah pesan kedamaian yg adik bawa.tapi pesan makar.karena sudah bisa mengusik dan menjadi HAKIM yg memvonis kelompok tertentu meskipun tak pernah menyebutkan golongan mana yg adik maksud.
    Adik afi....kamu..
    Seolah2 hendak mengatakan Islam itu anti bhineka.Islam itu selalu mengklaim agamanya benar.
    piye to dik afi....
    Gini ya....
    Saya Islam ......
    Dan karena ini pilihan saya,maka saya harus komit bahwa agama ini benar dan saya harus loyal dengan agama pilihan saya....
    Prinsip “Semua Agama Sama” Itu CACAT LOGIKA.
    Sejak bertahun-tahun lalu, teman2 dari komunitas Indonesia Tanpa JIL (ITJ) telah sangat intens melawan pemikiran orang-orang liberal yang beranggapan “semua agama sama.”
    Jadi jika hari ini muncul adik ABG yang berkata “semua agama sama”, maka ITU BUKAN PEMIKIRAN BARU. Adik afi ini hanya mengulang pemikiran para dedengkot liberal seperti Ulil Abshar Abdalla, Goenawan Muhamad, dan sebagainya.
    Kenapa ucapan“semua agama sama” sangat CACAT LOGIKA. Begini penjelasannya:
    Penganut Hindu ,budha,kristen pasti yakin bahwa hanya ajaran agama mereka yang benar. Agama lain tidak benar.
    Dalam ajaran Kristen, sangat jelas disebutkan bahwa hanya mereka yang menerima Yesus sebagai tuhanlah yang akan masuk surga. Orang-orang yang tidak menerima Yesus, mereka disebut DOMBA YANG TERSESAT.
    Dan Islam pun memiliki prinsip bahwa hanya Islamlah ajaran yang benar. Ajaran lain tidak benar.
    Nah, jika semua agama mengajarkan “hanya ajaran kami yang benar”, lantas di mana posisi “semua agama sama” tersebut? Siapa penganutnya?
    Tentu saja, yang menganut prinsip seperti itu hanya ORANG LIBERAL. Ya, HANYA MEREKA.
    Tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengakui PRINSIP ANEH dan CACAT LOGIKA seperti itu.
    Jika memang benar semua agama benar dan sama baiknya, coba deh suruh si Ulil pindah ke Kristen, lalu besok pindah ke budha.besoknya lagi ke hindu.
    Bagi sebagian orang mungkin perbuatan ini dipuji.tapi bagi sebagian orang akan dianggap pengkhianat
    Tidak setia dengan keyakinannya.se
    sembahannya sendiri di selingkuhi
    Apakah salah jika kita yakin bahwa hanya ajaran agama kita yang benar?
    TIDAK ADA YANG SALAH dengan itu. Justru MEMANG SIKAP SEPERTI ITULAH YANG SEHARUSNYA KITA LAKUKAN.
    Masa sih, penganut agama kalah sama pendukung klub sepakbola?
    Pendukung Persib sangat fanatif pada Persib. Pendukung Persija sangat fanatik terhadap Persija. Dan kita menganggap itu biasa-biasa saja. Wajar-wajar saja.
    Alhamdulillah, saya seorang MUSLIM, sangat yakin bahwa hanya Islam ajaran yang benar dan agama lain salah semua.
    Namun demikian, Islam mengajarkan PRINSIP TOLERANSI yang sangat indah,mengajarkan untuk menghargai penganut agama lain, mengajarkan untuk melindungi penganut agama lain dan mengajarkan untuk bekerja sama dan berhubungan baik dengan penganut agama lain.
    Jika adik ber Islam karena terpaksa...dan hanya karena warisan....
    Alquran sudah menjawab kegalauan buat adik "Tidak ada paksaan dalam agama"
    Jadi kalo adik afi tidak ingin terbelenggu dengan warisan...
    Kenapa nggak melakukan pencarian dan perbandingan..
    Makanya ada istilah ada orang yg mendapat HIDAYAH...
    Lakukan saja...
    Berapa banyak saudara2 kita para muallaf yg agamanya tidak berdasarkan WARISAN.
    Mereka para mualaf..mengejar ilmu,mencari kebenaran , bersakit2 pikiran dan logika.melakukan sekolah perbandingan agama...
    Yg endingnya mereka menjatuhkan pilihan pada agama Islam...
    Agama itu PILIHAN... bukan WARISAN
    Tulisan adik ceroboh.terlalu ember dan narsis.
    Dan semakin kesini sepertinya tulisan adik afi dijadikan ALAT pembenaran kelompok tertentu....
    Ini adalah prinsip ya adik afi

    BalasHapus
  21. Kalo ngebahas warisan. Bahas jg tentang QODO DAN QODAR pak UDANG KURNIAWAN kalo memang anda merasa pintar nulis" hadist terus..
    Jgn cari di google. Cari langsung di kitab hadist dan tafsir..
    Masalah IMAN YANG KE ENAM. DAN PEMBAGIAN NYA.
    CARI TENTANG IKHTIARI DAN IDLTIRORI / MUBROM DAN MUALLAQ..

    BalasHapus
  22. SAYA SETUJU DENGAN KETIKAN AYURUKHNUL DADAPAYAM dan AYUZEPT VESPA

    BalasHapus
  23. YANG PERCAYA AGAMA ADALAH WARISAN MAKA DIA JUGA PERCAYA ADA DOSA WARISAN,...????

    BalasHapus
  24. http://www.muslimoderat.net/2017/06/tiga-koreksi-tulisan-afi-nihaya-warisan-dari-kyai-nu.html
    coba baca ini!!!

    BalasHapus
  25. Saya setuju. Agama bukanlah warisan. Karena saya 7tahun tgl dgn seorang abg beragama nasrani walau saya terlahir dikeluarga islam. Pada akhirnya diantara 2 pilihan antara nasrani dan islam. Saya harus mempelajari injil dan alqur'an. Dan pada akhirnya pilihan saya jatuh kepada islam. Kalau ada org yg bertanya kepada saya. Apa agama kamu? Saya jawab islam, apakah kamu beragama islam karena ortu kamu islam? Saya akan keberatan menjawab ya. Saya akan jawab tidak. Saya beragama islam karena itu piliham saya. Bukan karena warisan orang tua saya. Sungguh pemikiran yg dangkal kalau diblg warisan. Saya setuju kalau afi blg. Saya tidak bisa memilih dimana saya dilahirkan dan siapa ortu saya. Tp dalam agama tidak bisa diwariskan. Bahkan itu kebodohan kalau agama adalah warisan karena kita bisa memilih agama yg kt yakini. Sudah sejak lama saya menentang konsep warisan dalam beragama. Trakhir saya ulangi keluarga saya islam tpi saya tidak mewarisi agama kluarga. Melainkan saya lah yg memilih islam sebagai agama saya

    BalasHapus
  26. "Islam Agamaku, Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, Al-Qur'an Kitabku"

    terlepas dr warisan orang tua.hehehe

    BalasHapus
  27. Kok sepertinya ngga nyambung......
    Tapi anda terlalu menyambung nyambungkan...... Hahahaha....

    BalasHapus
  28. Agama memang bukan warisan. Tapi misal, anda islam lalu anda mempunyai anak yg sudah baligh, sudah bisa berpikir kritis, lalu dia ingin memeluk agama kristen misalnya, padahal semasa hidupnya anda selalu mengajarkan dia ajaran islam. Lalu bagaimana sikap anda? Marah? Kesal? Atau ikhlas? Atau bahkan anda ingin memutuskan hubungan keluarga dengan dia?

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. Penafsiran itu beda" yang bilang agama itu warisan silahkan,yang bilang bukan warisan ya silahkan.Gitu aja kok repot,,,,

    BalasHapus
  32. penulis artikel di atas agak oneng.. hehehe
    nggak nyambung..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.