Header Ads

Blunder Fatal Cuitan Timses Jokowi dan Komisaris Utama BUMN







Blunder fatal dilakukan seorang komisaris utama BUMN. Dalam akun twitternya, dia mengucapkan kalimat "innalillahi wa inna ilaihi rooji'un" kepada orang yang masih hidup. Siapakah dia?

Tak lain dan tak bukan adalah Fadjroel Rachman. Komisaris Utama PT. Adhi Karya itu menulis:

"Innalillahi w.r Insya Allah Pak Ase husnul khotimah, jg RIP dokter Stefanus Taofik," tulisnya, Rabu 29 Juni 2017 pukul 09.42 WIB.

Satu jam kemudian, cuitan tersebut dihapus dan diganti dengan:

"Innalillahi w.r RIP dokter Stefanus Taofik berbakti utk manusia. Pak Ase terimakasih bakti utk PEMUDIK."

Semua berawal dari cuitan akun twitter @HumasMetroJaya. Dalam cuitan bertanggal 28 Juni, akun tersebut mengunggah foto seorang polisi lalu lintas bernama Pak Ase. Pak Ase adalah sosok yang dicintai masyarakat, hingga warga sekitar pun memberikannya hadiah yang indah, yaitu Umrah Gratis.





Tuhan selalu punya rencana indah untuk seorang pejuang. Pak Ase sosok polisi yang dicintai masyarakat, diberi hadiah umroh dari masyarakat.

— Humas PoldaMetroJaya (@HumasMetroJaya) June 28, 2017

Hampir bersamaan dengan itu, di media sosial memang ramai mengenai kematian mendadak seorang Dokter spesialis anestesi bernama Stefanus Taofik.

Fadjroel ingin menggabungkan komentarnya mengenai kedua kejadian itu dalam satu cuitan. Tapi yang terjadi justru blunder fatal. Ia malah mengucapkan turut berduka untuk kematian Pak Ase dan Stefanus Taofik.

Fadjroel selama ini dikenal sebagai pegiat sosmed yang selalu mengkritisi SBY saat masih menjadi presiden. Sejak diangkat menjadi komisaris utama, dia diam seribu bahasa terhadap kebijakan Presiden Jokowi. (Kur/Wajada)








Diberdayakan oleh Blogger.