Header Ads

Boyong Keluarga ke Turki dan Jerman, Jokowi Dinilai Tak Berikan Teladan Kesederhanaan sesuai Pencitraannya







Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Turki dan Jerman menuai kontroversi. Asbabnya karena Kepala Negara memboyong keluarganya. Tak hanya Ibu Negara Iriana, Jokowi juga membawa ketiga anaknya, yakni Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep, menantu dan cucunya yang baru berusia empat bulan. Jokowi pun panen kritikan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Jokowi tidak memberikan contoh yang baik kepada rakyat. Padahal, selama ini rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang dengan pencabutan subsidi bahan bakar minyak hingga listrik.

"Masyarakat semakin sulit, biaya hidup makin tinggi, cuma ikat pinggang enggak berlaku bagi pejabat negara. Jadi hanya berlaku bagi rakyat kecil," ucap dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Begitu pula dengan Deputi Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi. Menurutnya,  kelakuan Jokowi mengajak keluarganya atas biaya negara merupakan pemborosan anggaran negara.

"Itu pemborosan keuangan negara. Ini bertolak belakang dengan citra Jokowi yang sederhana kemarin. Pencitraan Jokowi tepatnya," kata Apung , Jumat, (7/7).





Apung melanjutkan, harusnya hanya istri Presiden yang dibawa dalam kunjungan ke luar negeri. Sebab, Ibu Negaralah yang mendampingi berbagai kegiatan Kepala Negara. Bukan justru membawa anggota keluarga lain, seperti anak, menantu, dan cucu.

"Presiden tidak mampu memberikan teladan kesederhanaan," ujar Apung.

Pihak Istana sendiri belum memberikan tanggapan. Justru ada kesan saling lempar tanggungjawab.

"Aku enggak ikut ke Jerman, tanya Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) saja," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.

"Katanya akan direspons oleh tim yang dampingi di sana," ucap Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki sebagaimana dilansir Kompas.






3 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.