Header Ads

Innalillahi...Amplop Hasil Ceramah Ustad juga Kena Pajak dan Tax Amnesty







Kabar mengejutkan datang dari Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo. Kata dia, penghasilan ceramah ustadz dikenai pajak dan ikut tax amnesty.

"Mengenai gus-gus (ustaz), duit dari pendapatan apa pun harus bayar pajaknya. Mau dapat dari pengajian, dari kotak kaleng, atau apa pun kalau namanya penghasilan harus dibayar pajaknya," jelas Suryo menjawab pertanyaan pengusaha tersebut, Selasa (21/2/2017) seperti diberitakan detik.com

"Kalau mau ikut (tax amnesty) Alhamdulillah. Walau pun ustaz bojo papat, ojo lali bayar pajak," lanjut Suryo.

Suryo mengatakan itu saat menjawab pertanyaan seorang pengusaha asal Jawa Timur bertanya perihal kyai dan ustaz yang memiliki banyak pendapatan dari ceramah-ceramah dalam Diskusi Pajak yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).





Pendapat Suryo dikuatkan oleh Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo. Ia menjelaskan pajak yang dibayar ustaz dari pendapatan ceramah-ceramah sebetulnya sama seperti ustaz yang mendapat penghasilan dari mengisi acara stasiun televisi.

"Dalam UU Pajak tidak ada pembedaan, pengusaha atau ustaz, kalau pendapatan ya kena pajak. Ustaz-ustaz yang jadi artis kan banyak juga. Setiap hari manggung di televisi kan itu dipotong pajaknya. Mau penyanyi atau ustaz, pajaknya sama," papar Mardiasmo.

Periode terakhir tax amnesty atau pengampunan pajak akan berakhir pada 31 Maret nanti. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum tersosialisasi dengan baik, termasuk soal harta dari jenis pendapatan apa yang perlu dilaporkan.

Di kalangan masyarakat sendiri, penghasilan ceramah ustadz biasanya disebut dengan istilah amplop. Jadi, para ustadz harus siap-siap mulai saat ini melaporkan amplop hasil ceramahnya.










15 komentar:

  1. Setuju...untuk Ustad selebritis ditarik pajak. Sebenarnya menurut Sunnah Rasul, para Ustad diharamkan menerima bayaran. Tapi dakwah modern sekarang, akibat mobilisasi para Ustad yang aksesnya ke seluruh penjuru tanah air,mengakibatkan biaya tinggi, akhirnya para Ustad menerima amplop. It's oke kalau cuma itu saja. Tapi ada hal lain, yang pada akhirnya ada Ustad selebriti yang mematok tarif ceramahnya, yang nol-nya sampai 6,7,8 digit,dan kalau kontraknya tidak sesuai,para Ustad selebritis ini tidak mau datang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wala tastaru biayatin samanan kolila ///!

      Hapus
  2. Lebay amat segala ada "innalillahi" dijudul..
    Emang yg dibilang ama orang pajak it salah ya??

    Ketika ustadz dpt bayaran stlh dia ceramah, it apa namanya klo bukan penghasilan?? Emang it hasil ngemis? Lha orang yg ngemis jg kan klo dpt duit ya tetep aj bs dikategorikan sebagai penghasilan..

    Namanya jg pajak penghasilan, mo drmn-pun sumber penghasilanmu, penghasilan tetaplah penghasilan..

    Media abal2 ya gini ini, bikin berita isinya cm comat comot drmn2, digoreng2 dikit biar provokasi, terakhir kasih deh judul wah buat jd "click bait"..
    Ane jg kena dah nih ama click bait-nya. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu tanda2 kiamat mas...mkny pke "innalillahi"...
      Karena msh bnyak ustad yg ga prnh buka amplopny trus lsg d masukin k yayasan anak yatim piatu...
      Apa yg kyk gtu jg hrs d kenakan pajak?

      Hapus
    2. Yg namanya penghasilan itu sesuatu yg sudah disepakati sebelumnya baik sudah ditentukan maupun belum jumlahnya.. Tapi ustaz2 pengisi pengajian yg cuma terima amplop tuh gk pernah meminta bayaran, amplop itu sebagai bentuk toleransi dari org yg punya acara, bahkan seringkali ustaz2 tsb gak buka amplopnya, tp langsung disumbangkan lagi

      Hapus
    3. anda tau apa arti pendapatan ga si mas earnest nan pintar? pendapatan itu bayaran yang sudah disepakati jumlahnya. okelah setuju kalo ustad artis itu kena pajak, karna mereka menyetujui kontrak bayaran (mungkin).tapi para ustad yang secara ikhlas berdakwah untuk menjadikan manusia yang lebih baik lagi tanpa memikirkan bayaran apa pantas diberi pajak? yang katanya amplop itu hanya naluri dan rasa kemanusiaan para warga untuk beliau.

      Hapus
    4. Namanya ernes to yo...pantes ngeres otaknyo....

      Hapus
  3. Kalo seperti ustadz artis yg jelas pendapatannya ada kontraknya, wajar kena pajak,
    Kalau ustadz ceramah dapat amplop yg tdak tahu isinya ada/tdak atau uang sumbangan masyarakat untuk bangun masjid juga di kenakan pajak, itu
    TERLALU

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Setahu saya si ustad itu kalo amplopnya gak full dia gak mau datang tuk mengisi ceramah...
    Hanya sekedar crita pengalaman pribadi
    KH. Zaenudin. Mz pernah di undang tuk mengisi acara maulid nabi di kampung saya dia gak mau datang di karnakan kami gak bisa mengisi amplopnya dengan full sesuai permintaanya...
    Itu pengalaman pribadi loh

    BalasHapus
  6. Beuh komennya pedes banget bpak2 neh.... ngomong2 situ taat bayar pajak gak? He...he..kyknya yg kenceng komen g pernah byr...
    Kalo ustadz artis ada hitam putihnya wajar ada pajaknya...
    Nah yang bayar dosa di ono ada pajaknya gak? Jgn masalah jelek islam enak ngoment... giliran yang tiap hari stor dosa di agama sebelah atau yg lain kena pajak gak terus yg da'wah di agama sebelah kok g pernah di ungkit... he..he... eling ah... abang2 ...

    BalasHapus
  7. Beuh komennya pedes banget bpak2 neh.... ngomong2 situ taat bayar pajak gak? He...he..kyknya yg kenceng komen g pernah byr...
    Kalo ustadz artis ada hitam putihnya wajar ada pajaknya...
    Nah yang bayar dosa di ono ada pajaknya gak? Jgn masalah jelek islam enak ngoment... giliran yang tiap hari stor dosa di agama sebelah atau yg lain kena pajak gak terus yg da'wah di agama sebelah kok g pernah di ungkit... he..he... eling ah... abang2 ...

    BalasHapus
  8. kok bisa jadi haram. itu kan sebagai ucapan terimakasih warga kepada beliau. ustadz yang ceramah ke kampung2 blm ada yang saya ketahui mematokkan uang aplopmya. terkadang saya merasa lucu

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.