Header Ads

Tragis... Guru Dipenjara Karena Menyuruh Muridnya Sholat







Malang nian nasib Darmawati. Guru mata Agama Islam di SMA Negeri 3 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, divonis tiga bulan penjara. Penyebabnya karena dia memarahi muridnya yang tidak menunaikan shalat.

Kasus ini berawal pada Februari 2017. Ketika itu Darmawati mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Shalat Zuhur. Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan shalat di musholla. Melihat itu, Darmawat memarahi mereka dan memukul salah satu siswi bernama (AA).

''Saya memukulnya di bagian lengan tetapi tidak keras," kata Darmawati, Jumat (28/7/2017).

Ketua PGRI Ranting SMAN 3 Parepare, Asmar menuturkan, aksi Darmawati membuat keluarga korban marah.

''Kita sudah mempertemukan kedua belah pihak. Saat kejadian kita langsung datang ke Puskemas bersama beberapa guru dan menyampaikan minta maaf,'' ujarnya.

Asmar menceritakan, dua bulan dicoba upayakan agar Darmawati datang minta maaf ke rumah siswinya, tetapi tak kunjung dilakukan.

''Pas bulan April, keluarga siswi akhirnya melapor ke polisi dan belakangan Bu Darmawati baru mau minta maaf, tetapi kasusnya sudah berlanjut,'' ujarnya.

''Andi Tino (keluarga korban) sudah memaafkan, hanya masalah laporan di polisi, Bu Darmawati dipersilakan untuk mengurusnya sendiri,'' jelas Asmar.





Pengadilan Negeri (PN) Parepare akhirnya menjatuhkan vonis kepadanya hukuman penjara tiga bulan.

''Awalnya tuntutan Bu Darmawati ini 3 tahun penjara, sebelum divonis bersalah,'' ujar Ahmad Kohawan, dari Pemuda Muhammadiyah Parepare, Jumat (28/7/2017).

Darmawati merupakan salah seorang guru PNS di Parepare yang bergelar magister dan sudah mengabdi selama belasan tahun. Ia juga tercatat sebagai pengurus Aisyiah dan KAHMI.
Kasus yang menimpanya menjadi perhatian masyarakat Parepare. Berbagai elemen masyarakat sempat melakukan aksi solidaritas terhadap Darmawati.

Antara lain dari  Fakultas Hukum Umpar, Pemuda Muhammadiyah, IGI, PGHI, Koordinat Perjuangan Rakyat, HMI PGSD Parepare, PMI, IMM, Ikatan Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Umpar, HMJ BHS Inggris FKIP Umpar (EESA), Himaptika Matematika Umpar, Parependen, dan Nasyiatul Aisyah. Mereka menggelar aksi solidaritas dengan mendatangi gedung Pengadilan Negeri Parepare guna mempertanyakan vonis bersalah yang dijatuhkan terhadap Darmawati. Demikian diberitakan Tribun.






18 komentar:

  1. Orang tua murid nya bangga bu anaknya gak sholat..

    BalasHapus
  2. hakimnya aneh...ortu siswa nya lebih aneh lagi...

    BalasHapus
  3. Harusnya ortunya murid senang anaknya di suruh sholat... Itu kan utk kepentingan murid juga, klo ada sedikit dinpukul itu biasa utk menakuti spy mutis sholat, ortu jg kadang bgt yg penting tdk sampai melukai dg parah muridnya.

    BalasHapus
  4. Siswi tsb suruh orang tuanya bikin sekolah sendiri d rumahnya biar orang tua yang ngajarin jgan ke sekolahkan tanggung jawabnya!!!

    BalasHapus
  5. PGRI nya mana...KATANYA GURU TIDAK BISA DIPROSES HUKUM BILA MASIH DALAM RANAH MENDIDIK...DUNIA JUNGKIR BALIK

    BalasHapus
  6. Seharusnya orang tua senang ada yg mengingati anaknya unt sholat.

    Masala ibu guru yg sedikit memberikan tikkan Tiranga, sering disalah artikan, orang tua juga bisa memaafkan guru ybs.

    Kecuali jika si anak babak belur patah tulang. Inikan tdk sajauh itu.

    Anak sudah jelas salah.
    Tidak mentaati perintah Allah S.W.T.
    Melanggar peraturan sekolah utk sholat bila wktnya tiba.
    Eh..... malah orang tua ngebela.
    Hakimnya juga gak bijaksana dlm memutuskan perkara....

    Na'uzubillaahi minzalik.

    BalasHapus
  7. kalau di baca lebih teliti sih.
    ''Saya memukulnya di bagian lengan tetapi tidak keras," <-- kata guru nya. ( bisa aja sih menurut guru nya ga keras )

    ''Kita sudah mempertemukan kedua belah pihak. Saat kejadian kita langsung datang ke Puskemas bersama beberapa guru dan menyampaikan minta maaf,'' ujarnya. <--- ga keras masa sampe ke puskesmas ? coba aja tanya ke bagian puskesmas nya. di pukul pake apa jg ga jelas.

    #Aneh

    BalasHapus
  8. Hukuman sprti ini tdk adil.memukul lengan 3bln kurungan.dulu kayaknya ada nenek ambil ranting dihukum.ambil cacing dihukum mbok ya dihapus dari daftar pasal2 yg menerapkan hukuman model sprti ini.dihukum 1-7hari mungkin sesuai.

    BalasHapus
  9. Dalam agama, anak berusia diatas 7 tahun berhak dipukul jika tidak mau shalat. Sekeras2nya pukulan tangan di lengan tidak akan meninggalkan luka terkecuali dipukul menggunakan benda keras.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kok sampai harus ke pukesmas??/ coba baca artikel : ''Kita sudah mempertemukan kedua belah pihak. Saat kejadian kita langsung datang ke Puskemas bersama beberapa guru dan menyampaikan minta maaf,'' ujarnya.

      Hapus
  10. Makin aneh aja hukum di indonesia. Kalok gak ada guru apa pinter apa anak a.kalok g bisa di ajar anak a suruh buat sekolah sendri aja. Makin ancur generasi bangsa ini.....hadehhh

    BalasHapus
  11. Kaluarin aja muridnya kalau ga mau di didik dan diajar

    BalasHapus
  12. Seharusnya bapaknya suruh sekolah anaknya suruh kerja....

    BalasHapus
  13. Saya dulu sd kalau ga bisa jawab aja dipukul pake penggaris kayu sama guru tapi ga pernah ngadu ke ortu.. Anak sekarang manja nya minta ampun.

    BalasHapus
  14. Anak-anak sekarang berani nian berkata dg nada keras & kasar kepada guru, apa yg disuruh guru tdak dilakukan padahal hnya memungut sampah yg mereka or iya buang, bahkan berani membentak guru or melawan & jga manja2 sekrang...

    BalasHapus
  15. Ini orangtua aneh.. Bngga klo anaknya ga solat... Sy jd guru malah dsuruh dpukul sama orangtuanya klo tidak mnuruti aturan apalagi tidak solat... Guru tdk dtang krena tndakannya tdk salah...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.